Saat ini kondisi ekonomi memang tengah melambat. Namun sejumlah indikator makro ekonomi memperlihatkan, kondisi ekonomi Indonesia lebih kuat dari saat krisis moneter di 1997-1999.
Paparan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo kepada pemimpin redaksi media massa, Senin (13/7/2015) memperlihatkan penguatan sejumlah indikator ekonomi.
Kondisi saat ini secara fiskal atau keuangan sudah ada sejumlah pengaman. Sejak 2003, defisit APBN ditetapkan maksimal 3%.
Pada November 2014, pemerintah juga telah menghapus subsidi BBM, sehingga terdapat kelongaran fiskal sekitar Rp 200 triliun untuk pembangunan infrastruktur, perlindungan kesehatan, dan sosial.
Selain itu, Indonesia juga memiliki sejumlah jaring pengaman keuangan internasional antara lain:
- IMF-Flexible Credit Line atau Precautinonary Liquidity Line
- Chiang Mai Initiative Multilateralization US$ 22,76 miliar
- Bilateral Swap Arrangement dengan Bank of Japan US$ 22,76 miliar
- Bilateral Currency Swap Arrangement dengan People Bank of China sebesar US$ 15 miliar
Sumber : Detik Finance


0 komentar :
Post a Comment