Museum Fosil Tambaksari Kurang 'Di Tengok' Pemerintah

fosil purba kala

Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdapat museum fosil purba yang diduga sangat tua umurnya. Namun diduga gara-gara kurang promosi, tempat sarat benda prasejarah ini selalu sepi. Tak hanya pengunjung, pejabat setempat pun jarang menengok museum purba tersebut.

Juru Pelihara Museum Fosil Tambaksari Iwan Kurniawan mengungkapkan, pihaknya butuh bantuan dan perhatian pemerintah untuk mengenalkan tempat ini lebih gencar. Museum sebagai sarana edukasi, seharusnya dipromosikan untuk menarik pengunjung.  "Di sini sangat membutuhkan petunjuk, perhatian dan kejelasannya dari pemerintah," kata Iwan kepada Republika, (20/7).

Iwan mengaku, akibat kurangnya promosi, masyarakat yang tinggal di sekitar Kecamatan Tambaksari bahkan masih ada yang belum tahu keberadaan museum fosil. 

Berdasarkan catatan, Museum Fosil Tambaksari dibangun pada tahun 2001 dan diresmikan pada 2014.  Namun sejak diresmikan, belum ada renovasi dan perbaikan apa pun. Pemerintah sepertinya enggan 'menengok' keberadaan museum yang penuh dengan benda cagar budaya ini.

Petani kerap temukan fosil

Pembangunan Museum Tambaksari berawal dari sejumlah temuan fosil yang berasal dari wilayah ini. Tempat ini sebenarnya bisa menjadi pusat penelitian dan wadah untuk fosil-fosil purba, yang jika ditelusuri masih banyak terserak di wilayah Tambaksari. 

Menurut Iwan, dahulu pernah ada penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di Tambaksari. Mereka berkunjung ke lokasi penemuan fosil di 2014.  "Mereka mengidentifikasi unsur tanah dan fosil yang ditemukan di sini umurnya sangat tua dibanding yang ada di sangiran," kata Iwan.

Mereka mengetahuinya setelah melakukan penelitian selama sepuluh hari di wilayah sekitar Tambaksari. Menurut Iwan, para peneliti memperhatikan unsur tanah dan fosil-fosil yang ada di Tambaksari. 

Hasil penelitiannya mengungkapkan, fosil kerang laut yang ditemukan di perbukitan di tengah hutan Tambaksari umurnya sudah sangat tua. 

Diperkirakan lokasi ditemukannya fosil kerang laut ini dulunya danau purba atau bisa juga laut. Hal itu mendukung teori bahwa fosil kerang laut tersebut umurnya sangat tua.  "Kemungkinan masih banyak fosil lainnya di wilayah ini, para petani di sawah juga kerap menemukan fosil," kata Iwan.

Sayangnya, fosil yang ditemukan para petani itu terancam menjadi sia-sia. Pasalnya, banyak masyarakat yang tidak tahu harus melakukan apa saat menemukan fosil.  

Menurut Iwan, spesies hewan purba yang diperkirakan pernah hidup di sekitar Tambaksari adalah, kuda nil, gajah, badak, banteng, rusa, kura-kura, kerbau dan buaya. Sebagian fosil-fosil hewatn tersebut bisa ditemui di Museum Fosil Tambaksari. Namun akibat kurangnya sumber daya, ada juga beberapa fosil yang belum teridentifikasi. 

"Dari catatan sejarah, konon pernah ditemukan juga gigi manusia purba, namun keberadaan gigi tersebut tidak tahu di bawa ke mana," kata Iwan

Lokasi museum berada di Kampung Tambaksari, Desa Tambaksari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Museumnya terletak cukup jauh dari jalan utama dan pusat keramaian. Berada di dekat perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah di wilayah Ciamis bagian utara.

Share on Google Plus

About Farih

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Post a Comment